TUTORIAL Dan Pengertian PAGEMAKER 7.0


A.PENGERTIAN ADOBE PAGEMAKER 7.0


PageMaker adalah software keluaran dari Adobe corporation , Adobe Pagemaker 7.0 merupakan versi terbaru dari versi sebelumnya yang pernah dikeluarkan oleh Aldus Corporation , seperti : Aldus PageMaker 5.0 , PageMaker versi 6.0 , dan PageMaker versi 6.5.

PageMaker merupakan sebuah program Desktop Publishing yang sangat terkenal di manca Negara , karena PageMaker selain digunakan sebagai Desain Publishing dan tata letak halaman yang professional.


B.KEGUNAAN ADOBE PAGEMAKER 7.0


 Adobe Pagemaker adalah program Desktop Publishing , yang banyak digunakan untuk merancang sebuah layout atau tata letak halaman dalam pembuatan surat kabar , brosur , majalah , pamphlet , novel , poster , tabloid dan lain-lain . Pagemaker banyak digunakan didunia percetakan , sablon , industri , periklanan dan lain-lain 


PageMaker memiliki fungsi yang beraneka ragam . Di samping digunakan untuk mengolah kata seperti pada Ms.Word , PageMaker juga dapat digunakan untuk merancang sebuah layout atau tata letak halaman publishing yang professional , sehingga software ini sangat berguna di berbagai lingkup kerja .

 

C.LEMBAR KERJA ADOBE PAGEMAKER 7.0

 

Penjelasan gambar 1.0 sebagai berikut..


Baris judul
Menampilkan keterangan nama file yang sedang aktif
Baris menu
Menunjukan menu perintah untuk editan dan setting pengetikan
Toobar / icon
Perintah berupa simbo;-simbol untuk melaksanakan perintah dengan jalan pintas
Toolbox
3 perintah singkat yang terdiri dari minimize , maximize , close
Toolkit
Peralatan yang digunakan untuk mengedit naskah halaman kerja / publikasi
Halaman Kerja
Tempat untuk mengedit naskah serta tata letak halaman
Bentuk halaman
Menunjukan bentuk dokumen master ; L (left ) , R ( right )
Style & colour
Untuk mengatur format teks dan jenis warna
Scrolling
Untuk menggulung tampilan halaman secara horizontal dan vertikal
 

D.FASILITAS DALAM TOOLBOX / TOOLKIT PADA LEMBAR KERJA ADOBE PAGEMAKER 7.0

 

 Penjelasan gambar 1.1 sebagai berikut
A
Minimize
Mengecilkan Tampilan
B
Maximize
Membesarkan Tampilan
C
Close
Mengeluarkan Tampilan
1.
Pointer
Untuk mengembalikan ke posisi semula setelah melakukan atau menggunakan toolbar
2.
Rotating
Untuk memutar objek teks maupun grafik
3.
Line
Untuk menggunakan garis
4.
Rectangle
Untuk membuat gambar kotak
5.
Elipse
Untuk membuat gambar lingkaran /elipse
6.
Polygon
Untuk membuat gambar dengan bentuk polygon
7.
Hand
Untuk menggeser gambar atau objek
8.
Text
Untuk mengolah teks atau ketik document
9.
Cropping
Untuk memotong gambar atau objek yang lain
10.
Constrained line
Untuk membuat frame berbentuk kotak persegi
11.
Frame rectangle
Untuk membuat farme berbentuk lingkaran atau eclpse
12.
Frame polygon
Untuk membuat frame berbentuk polygon
13.
Zoom Preview
Untuk objek halaman publishing

E.SISTEM YANG DIBUTUHKAN UNTUK PROGRAM ADOBE PAGEMAKER 7.0
                     
 Ada beberapa ketentuan atau disebut spesifikasi untuk menginstall program adobe
Pagemaker 7.0 ini….
Sebagai berikut….
 
Processor
Minimal Pentium III 500 Mhz . atau di atasnya , disarankan minimal Pentium 41 Ghz
Operating System
Ms. Windows 98 , Ms. Windows 2000 , disarankan Windows XP Professional
Memory
64 MB RAM ( minimum ) ; disarankan  128 MB RAM
Disk Space
Hard disk minimal 10Gb , disarankan minimal 20 Gb ke atas
Monitor
Minimal Super VGA (800 × 600 ) atau resolusi minimal 256 colours , di sarankan di atasnya
 
 MENGOLAH LEMBAR KERJA
 
A.MENJALANKAN ADOBE PAGEMAKER 7.0
            Langkah untuk menjalankan adobe PageMaker 7.0 adalah sebagai berikut….
1.Klik menu start
2.Klik pada pilihan All Program
3.Klik pada Pilihan adobe
4.Klik pada pilihan PageMaker 7.0
Langkah-langkah tersebut bias dilihat pada gbr.1.2

 

                                                                                                                                                                     B.MENYIMPAN FILE HALAMAN PUBLIKASI
 
            Langkah untuk menyimapan file halaman publikasi adalah sebagai berikut…
1.Klik menu file
2.klik pada pilihan ;
            a.save , untuk menyimpan halaman publikasi
            b.save as , menyimpan dan member nama file yang lain
3.Dilayar muncul tampilan kotak dialog gbr.1.3 berikut
 
Gbr.1.3
4.Tentukan tempat atau folder penyimpanan file anda inginkan pada isisan save in
5.Pada kotak isian file name
6.Klik button save untuk menyimpan
 
C.MEMBUKA FILE HALAMAN PUBLIKASI
 
            Langkah untuk membuka halaman publikasi adalah sebagai berikut
1.Klik menu file
2.Klik pada pilihan open ( ctrl+o )
3.Cari file yang akan dibuka
4.Klik open

D.KELUAR DARI ADOBE PAGEMAKER 7.0
 
            Keluar dari halaman PageMaker yaitu menutup seluruh file yang terbuka dan sekaligus keluar dari tampilan Adobe PageMaker 7.0
 
            Langkah untu keluar dari PageMaekr 7.0 adalah sebagai berikut..
1.Klik menu File
2.Klik padaa pilihan exit ( ctrl+Q )
Atau klik toolbar
Untuk temen yang ingin Unduh Pagemaker 7.0
 
 
dipostkan oleh : RIZKY AFDHALIANTY

Pengertian Adobe Premierem Pro

Adobe Premiere Pro adalah sebuah program penyunting video. Ia adalah bagian dari Adobe Creative Suite, sebuah rangkaian dari desain grafis, video editing, dan pengembangan aplikasi web yang dibuat oleh Adobe Systems. Premiere Pro mendukung banyak kartu video editing dan plug-in untuk percepatan proses, tambahan mendukung format file, dan video / audio efek. Premiere Pro CS4 adalah versi pertama yang akan dioptimalkan untuk 64-bit sistem operasi meskipun tidak natively 64-bit.

Premiere Pro merupakan penerus untuk mendesain ulang Adobe Premiere, dan diluncurkan pada tahun 2003. Premiere Pro merujuk ke versi dirilis pada tahun 2003 dan kemudian, sedangkan Premiere merujuk pada rilis sebelumnya. Meskipun dua versi Premiere Pro hanya didukung Windows, Premiere Pro CS3 tersedia baik untuk Windows dan Mac OS (hanya berbasis Intel Mac yang didukung), membuatnya menjadi salah satu dari beberapa lintas platform NLEs tersedia.

Premiere Pro digunakan oleh broadcasters seperti BBC dan The Tonight Show. Telah digunakan dalam fitur film, seperti Dust to Glory, Captain Abu Raed, dan Superman Returns (untuk video capture proses), dan tempat-tempat lainnya seperti Madonna’s Confessions Tour.

 

Fitur-fitur

Premiere Pro mendukung editing video berkualitas tinggi di hingga 4K x 4K resolusi, di hingga 32-bit per channel warna, baik dalam dan RGB YUV. Audio-contoh tingkat mengedit, VST audio plug-in mendukung, dan 5,1 surround sound pencampuran tersedia untuk audio fidelity tinggi. Premiere Pro dari arsitektur plug-in memungkinkan untuk impor dan ekspor format diluar dari kendala atau QuickTime DirectShow, mendukung berbagai jenis file audio dan video format dan codec pada kedua MacOS dan Windows.

Versi 1,5 ditingkatkan dukungan untuk video definisi tinggi konten, dan manajemen proyek baru ditambahkan alat dan filter baru. Hal ini juga termasuk dukungan untuk 24p panjangnya. Versi 1.5.1 menambahkan dukungan untuk HDV. Versi 2.0 lebih refines 24p dan HDV editing, dan merupakan yang pertama NLE utama untuk mendukung natively Canon 24F format pada kamera seperti Canon XL H1, dengan tambahan update. Sejak versi 2.0, Premiere Pro telah memerlukan prosesor yang mendukung SSE2, yang tidak tersedia di beberapa prosesor tua.

Premiere Pro CS3 ditambahkan dukungan untuk output ke Blu-ray Disc, dan Flash MPEG-4/H.264 berbasis situs web, serta Waktu Remapping, yang mudah-di-gunakan variabel Fram rate pelaksanaan. Dimulai di Premiere Pro CS3, Adobe Encore disertakan untuk authoring menu dan interaktivitas untuk DVD, Blu-ray discs, dan Flash untuk proyek web. Adobe OnLocation (sekarang lintas platform pada CS4) juga termasuk untuk direct-to-disc rekaman dan monitoring. Perbaruan untuk Premiere Pro CS3 asli telah menambahkan dukungan untuk kamera format file baru. 3,1 ditambahkan asli Panasonic P2 MXF impor, mengedit, dan ekspor DVCPRO, DVCPRO HD DVCPRO50 dan material. 3,2 ditambahkan asli XDCAM HD EX dan impor dan mengedit.

Integrasi

Premiere Pro diintegrasikan dengan berat Adobe After Effects, sebuah standar industri untuk motion grafis dan compositing. Komposisi dari Setelah Efek dapat diimpor ke Premiere Pro dan diputar ulang secara langsung pada waktu. Setelah Efek komposisi yang dapat diubah, dan kembali setelah beralih ke Premiere Pro, klip akan segera diperbaharui dengan perubahan. Demikian pula, proyek Premiere Pro dapat diimpor ke Setelah Efek. Klip dapat disalin antara dua aplikasi sambil melestarikan klip atribut. Premiere Pro juga mendukung banyak Setelah Effects plug-in.

Premiere Pro juga terintegrasi dengan baik dengan Adobe Photoshop. Photoshop file dapat dibuka langsung dari Premiere Pro yang akan diedit di Photoshop. Setiap perubahan akan segera diperbarui bila Photoshop file yang disimpan dan fokus kembali ke Premiere Pro.

Ada integrasi fungsi-fungsi lainnya, seperti Edit dalam Adobe Soundbooth, Ekspor ke Encore, dan mengungkapkan dalam Bridge.

Tambahan dengan efek dan transisi yang disertakan dengan Premiere Pro, sejumlah komersial kedua pihak bebas dan plug-in yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan perangkat lunak.

Keuntungan atas Premiere Elements

Entri level versi, Adobe Premiere Elements, tersedia untuk pasar konsumen pada Windows. Beberapa tokoh kelebihan Premiere Pro lebih Premiere Elements adalah beberapa urutan mendukung, tingginya sedikit mendalam rendering, multicamera mengedit, waktu remapping, lingkup, alat koreksi warna, audio mixer antarmuka, dan bezier keyframing. Premiere Pro Encore termasuk juga untuk lebih rumit dan DVD authoring menu Blu-ray Disc authoring, dan OnLocation untuk direct-to-disk rekaman.

sumber : http://gunturmultimedia.wordpress.com/2012/02/11/pengertian-adobe-premierem-pro/

dipostkan oleh : RIZKY AFDHALIANTY

Fungsi Adobe Reader 9

Adobe reader yang dulunya bernama acrobat reader adalah salah satu perangkat lunak dari keluarga Adobe Acrobat yang dikembangkan oleh Adobe system. Pengguna Acrobat Reader dapat membaca, memberi notasi, mencari, verifikasi, menandai secara digital dan mencetak data dengan format Portable Document Format atau PDF . Acrobat Reader didesain dengan layout menyerupai kertas konvensional. Adobe Reader telah hadir lebih dari satu dekade dan merupakan aplikasi pembaca data PDF pertama sehingga mudah digunakan. Adobe Reader adalah aplikasi pembaca data PDF yang dapat membuka dan dan dikooperasikan dengan semua data PDF. Adobe reader sudah mengeluarkan beberapa versi .
Salah satunya adalah Adobe Reader 9 . Software Adobe Reader 9 adalah standar global untuk sharing dokumen elektronik. Ini adalah satu-satunya penampil file PDF yang dapat membuka dan berinteraksi dengan semua dokumen PDF. Gunakan Adobe Reader untuk melihat, mencari, digital sign, verifikasi, mencetak, dan berkolaborasi pada file Adobe PDF.

Adapun Kegunaan Adobe Reader 9 secara umum adalah :

  • Immersive Flash video, konten dan aplikasi dengan modus layar penuh.
  • Low bandwidth, video berkualitas tinggi dengan teknologi kompresi canggih.
  • Real-time efek dinamis dengan filter untuk Blur, DropShadow, Glow, Bevel, Gradient Glow, Gradient Bevel, Displacement Map, lilitan, dan Color Matrix.
  • Komposisi media yang inovatif dengan 8-bit video alpha channel.
  • Blend modes, radial gradient, dan stroke perangkat tambahan.
  • Gambar tambahan format: GIF, Progressive JPEG, dan PNG.

 

sumber : http://irtafa-masruri.blogspot.com/2011/12/fungsi-adobe-reader-9.html

dipostkan oleh : RIZKY AFDHALIANTY

Tutorial Tentang Adobe Premier

 

 

 

 

 

1.     Tentang adobe premier

 

Adobe premier merupakan salah sattu program aplikasi pengolah video terbaik diantara program jenis lainnya, dapat dioperasikan pada operasi system operasi windows maupun MAC.OS.

 

 

 

a.       Keunggulan adobe premier

 

Keunggulan adobe premier antara lain:

 

1.      Tersedia untuk system operasi MAC, WIN XP, WIN VISTA, dengan prosesor intel atau AMP.

 

2.      Tool yang lebih efesien untuk proses editing

 

3.      Untuk segala jenis bentuk format video

 

4.      Mendukung banyak hardware

 

5.      Menghasilkan format blue raydisk, dud dan flash

 

6.      Merekam langsung ke disk

 

7.      Terintegrasi dengan aplikasi adobe lainnya

8.      Pencarian file klip secara tepat

 

 

Adobe Premiere adalah salah satu software yang popular dan digunakan secara luas 

 

dalam pengeditan video. 

 

 

 

Adanya kesamaan interface Adobe Premiere dengan  Adobe PhotoShop dan Adobe 

 

After Effect adalah memberikan kemudahan dalam pemakaiannya, image – image dapat 

 

disiapkan dengan adobe photoshop dan effect – effect khusus juga dapat disiapkan dari 

 

adobe after effect. 

 

 

 

 

 

Pengenalan Dasar 

 

 

 

Sebelumnya Pastikan bahwa Adobe Premiere Pro sudah terinstall, Sekarang Kita mulai  

 

dengan membuka Adobe Premiere Pro Klik  Start > Program > Adobe > Adobe 

 

Premiere Pro, premiere akan menanyakan kepada kita apakah kita akan membuka file 

 

yang telah ada, atau membuat file baru, untuk latihan ini tetntu saja kita akan membuat 

 

file baru.

Dan selanjutnya muncul windows dengan dengan New Project klik pada tab Custom 
Setting, 

Pada frame General ,kerena kita kita akan membuat file Video lebih baik kita memilih  
  – Editing Mode Video for windows,  
- Time base 29.97 frame per second, 

Pada  Frame Video kita isikan  
- Frame size 720h : 480v 
- Frame rate: 29.97 frames/second 
   - Pixel Aspect Ratio: D1/DV NTSC (0.9) 

Pada Frame Audio kita isikan: 
-  Sample rate 44100 Hz 
-  Display Format  Audio Sample 

Dan apabila akan menyimpan settingan ini kita tekan tombol SavePreset, kita isi kan 
nama dan descristion, dan secara otomatis setingan kita akan terlihat pada tab Load 
Preset, kita simpan File project (ex: Latihan) kita tersrah menentukan lokasi file project 
kita.  

Sekarang kita masuk Project latihan Transition 
 Transisi merupakan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain, dalam pengeditan 
suatu video transisi merupakan perpindahan dari satu video ke video berikutnya. 

Kali ini kita akan mencoba untuk memasukkan sebuah film ke dalam areal kerja kita. 
Tahap awal yang harus kita lakukan adalah  “klik File  dari Bar  lalu  klik Import”. 
Setelah kita klik import kita lihat pada Project Window secara otomatis terdapat file 
yang kita import. 

Untuk meletakkan file yang telah kita import ke dalam TimeLine guna pengeditan,  
akan kita lakukan dengan cara yang paling mudah dengan teknik DRAG atau DROP yaitu menarik langsung file yang kita inginkan ke dalam time line, untuk file video dan 
image kita masukkan ke timeline pada track video sedangkan file audio kita masukkan 
ke track audio. 

Setelah file dimasukkan ke dalam timeline, tampilan gambar yang kita lihat sangat 
kecil. Untuk memperbesar tampilannya klik Zoom tool yang berada pada toolbox di 
samping timelime, klik menu windows>Tools. 

Sekarang kita memasukkan dua file video kedalam track video 1 dan video 2 

Sekarang kita akan mencoba untuk membuat sebuah Transition. Transisis ini berfungsi 
untuk membuat tiap perubahan video 1 dan 2 atau tiap perpindahan antara scene I dan 
scene  II menjadi halus. Untuk membuka perintah transisi kita buka menu Window lalu 
klik Effect, dan window effect akan muncul (secara default windows effect ini terdapat 
pada project windows). 

 Pada menu ini terdapat banyak pilihan, kalau telah memilih transition yang sesuai 
dengan keinginan maka kita gunakan teknik DRAG dan DROP lalu letakkan kedalam 
Timeline diantara video 1 dan video 2. (lihat gambar di bawah ini). 

Untuk melihat hasil nya  tarik pointer sehingga melewati transisi, dan lihat pada monitor 
windows. 

Proses Editing 
Disini kita akan memulai pengeditan Video. Hal pertama yang harus kita lakukan 
adalah klik 2 kali pada file yang berada di Project Window, lalu kita akan masuk 
kedalam Source Monitor( monitor sebelah kiri) 

Source Monitor dapat digunakan untuk memotong gambar, yaitu dengan menentukan 
terlebih dahulu frame mana yang kan kita masukkan ke dalam Timeline. Setelah kita 
tentukan frame yang akan kita ambil lalu  klik tombol “Set In Point( { )” kemudian 
tentukan sampai frame berikutnya lalu tekan tombol  “Set Out Point(  } )”.   Kemudian cara meletakkan frame tersebut kedalam TimeLine pilih dulu track yang kita 
ingin kan untuk menempatkan potongan video terdebut, kemudian  klik tombol 
“Insert” pada monitor windows. Secara otomatis frame tersebut masuk ke dalam 
TimeLine. Atau drag and drop Monitor source nya. Ke dalam Timeline dan track yang 
kita pilih.Pada tahap  ini adalah lanjutan dari proses insert di atas. yaitu apabila frame yang kita 
tentukan terdapat frame lain yang ikut dalam timeline, jadi frame yang ikut harus 
dibuang. Caranya adalah : 

Klik tanda segitiga di samping track video, kit a akan melihat seperti ini Klik set display style, dan pilih show frame, maka track tersebut akan menampilkan file 
video tersebut frame by frame dan kita tentukan di zoom in menjadi 1 frame sehingga 
tidak ada lagi frame yang tersisa, kemudian lakukan pemotongan dengan Razor Tool 
yang terdapat pada ToolsBox, pilih frame yang akan kita buang dan tekan Delete pada 
keyboard  


Opacity 

Pada tahap selanjutnya kita akan mencoba  untuk melihat fasilitas yang terdapat pada 
Time line Video., yaitu Opacity 

Klik tanda panah yang terdapat track video kita lihat fasilitas Opacity dengan cara klik 
pada Show Key Frame pilih Show Opacity Handles, di sana kita akan melihat garis 
berwarna orange, posisi nya terletak paling atas itu menandakan opacity nya 100%. 
Untuk mengubah opacity nya, sebelumnya arahkan pointer video pada video untuk 
menentukan key frame nya kemudian klik tombol add/remove key frame, setelah kita 
memberi keyframe maka turunkanlah key frame untuk  mengubah Opacity. Catatan: kita bisa memberi banyak key frame pada track tersebut untuk 
menentukan opacity yang kita inginkan 

Track video & Audio dapat kita tambahkan hingga beberapa track. Dengan cara meng 
Klik kanan pada salah satu track dan pilih  add track. Kemudian isikan jumlah track 
yang ingin kita tambahkan,.


Import Text dan Template 
Pada latihan ini kita akan mencoba memberikan text dan template pada latihan kita, 
untuk memberikan text klik pada menu File>New>Title atau klik kanan pada project 
window anda dan pilih New Item>Title, maka akan muncul Window Title Designer 
seperti di bawah: 

Kita isi kan text pada layer yang tersedia, Dan apabila kita ingin mengisi video kita dengan tamplate, cara nya dengan mengklik 
tombol  Template pada windows tersubut atau menekan Ctrl+J, maka akan muncul 
windows template, dan pilih template dan tekan tombol apply Setelah itu kita akan kembali pada window title tersebut, dan edit apa yang ingin di edit 
sesuai dengan keinginan, kalau sudah di edit tutuplah windows title tersebut, maka akan 
muncul dialog box, kemudian klik lah tombol YES dan simpanlah title tersebut.Dan Kemudian Masukanlah file title tersebut ke Timeline kita untuk memberi text dan 
template, lihat gambar


Effect Video 
Sekarang memulai dengan memberi effect pada video kita, untuk memberi sebuah effect 
pada sebuah video, sebelumnya kita harus memanggil  windows effect. Untuk 
menampilkan windownya klik pada menu Windows>effect, maka window effect akan 
terlihat seperti gambar dibawah :Adobe premiere menyediakan berbagai jenis effect yang 
merupakan effect-effect bawaan pada saat kita menginstall.

Sekarang kita memasukkan suatu effect ke dalam track video yang akan kita beri effect, 
caranya cukup drag and drop salah satu effect yang yang kta anggap bagus. 

Setelah kita memasukkan effect ke dalam track video kita. Effect yang kita berikan pada 
track belum terlihat apa, maka dari itu untuk melihat effect yang kita berikan pada video 
tersebut harus di seting/diatur. Untuk menyeting atau mengatur effect nya kita harus 
membuka windows effect control, untuk menampilkan window effect klik pada menu 
windows>effect controls.

Apabila anda ingin memberi effect pada bagian tertentu pada track video yang diberi 
effect, perhatikan pada  window effect control terdapat sebuah pointer yang 
menunjukkan posisi video yang sedang aktif  pada track video tersebut. jadi untuk 
memberi effect pada bagian tertentu pada video tersebut kita harus membuat key frame 
pada video tersebut dengan cara klik  add/remove key frame.  dengan memberikan 
keyframe kita dapat mengatur effect pada bagian video yang kita inginkan. 

Pada  windows effect diatas terdapat Motion, pada motion anda bisa mengatur posisi, 
skala video anda, semuanya tergantung pada kreasi anda.


Export File 
Pada sesi ini merupakan sesi terakhir dalam suatu pengeditam suatu video, sekarang kita 
meng-export hasil kerja kita yang terdapat dalam timeline windows. 
Untuk meng-export nya klik pada menu  
File>Export>Movie  
Maka akan muncul dialog box seperti di bawah, dan video yang di export dengan 
format AVI

Kemudian klik save untuk mengeksport file tersebut, apabila anda ingin melakukan 
setting ulang klik-lah tombol setting sebelum anda meng-export file tersebut. 

Anda meng-export file dengan format lain, dengan cara  
File>Export>Adobe media encoder

Download Adobe Premier http://www.adobe.com/support/downloads/detail.jsp?ftpID=3887

sumber :http://bhayoetama.blogspot.com/2012/10/tutorial.html

dipostkan oleh : RIZKY AFDHALIANTY

 

Tentang Adobe After Efect

adalah sebuah software yang sangat profesional untuk kebutuhan MotionGraphic Design. Dengan perpaduan dari bermacam ± macam software Design yang telahada, After Effects menjadi salah satu software Design yang handal. Standart Effects yangmencapai sekitar 50 macam lebih, yang sangat bisa untuk merubah dan menganimasikanobyek. Disamping itu, membuat animasi dengan After Effects, juga bisa dilakukan denganhanya mengetikkan beberapa kode script yang biasa disebutExpression untuk menghasilpergerakan yang lebih dinamis. After Effects lebih lengkap fasilitasnya bila kita bandingkan dengan softwareVideo Editing lain.Pada After Effects, terdapat beberapa fasilitas yang dimiliki oleh beberapa software lain.Misalnya; Di After Effects terdapat tooluntuk membuat Shape ( seperti yang terdapatpada Photoshop ). Pada After Effects terdapat Keyframe seperti yang terdapat pada Flash (cara menganimasikannya juga hampir sama ). Terdapat juga Expression yang hampir miripdengan Action Script pada Flash, dan masih banyak lagi yang lain. After Effects dan beberapa sistem editing non-linear (NLEs) adalah layer-berorientasi, yangberarti bahwa setiap individu objek media (klip video, klip audio, gambar diam, dll) menempati jalur (track)-nya sendiri. Sebaliknya, NLEs lain menggunakan sistem di mana individu dapatmenempati objek media jalur yang sama selama mereka tidak tumpang tindih pada waktunya.Sistem Track-Berorientasi ini lebih cocok untuk mengedit dan dapat menyimpan file proyek jauhlebih ringkas. After Effects terintegrasi dengan software-sofware Adobe yang lain seperti Adobe Illustrator,Photoshop, Premiere Pro, Encore, Flash, dan sofware 3D dari pihak ketiga seperti Cinema 4D. Sejarah After Effects After Effects awalnya diciptakan oleh Company of Science and Art diProvidence, RI, ( CoSA)USA. Versi 1.0 dirilis pada Januari 1993. Versi 2.1 memperkenalkan PowerPC Accelerationpada tahun 1994. CoSA bersama dengan After Effects kemudian diakuisisi olehperusahaan Aldus pada bulan Juli 1993; perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Adobe padatahun 1994, dan dengan itu PageMaker dan After Effects. Rilis pertama oleh Adobe untuk After Effects adalah ver Dukungan Plug-In After Effects Plug-in After Effects telah luas dalam mendukung Plug-In, dan berbagai plug-in pihak ketiga yangtersedia. Berbagai plug-in gaya ada, seperti sistem partikel untuk efek realistis untukhujan,salju,kebakaran,dll.Dengan atau tanpa pihak plug-in ketiga , After Effects dapat me-render (kalkulasi matematis)efek 3D. Beberapa dari plug-3D menggunakan layer dasar 2D dari After Effects. Illustrator grafis juga dapat dipanggil (di-load : red) dan dirender dalam 3D menggunakan plug-in sepertiZaxwerks Invigorator 3D Pro. Beberapa Vendor plug-in terkenal : Automatic Duck, BorisFX,Conoa, Cycore Effects, DigiEffects, Digital Anarchy, Digital Film Tools, Digital Trove, TheFoundry, FXhome, GenArts, GridIron Software, Noise Industries, RE:Vision Effects, Red GiantSoftware, Synthetic Aperture, Trapcode, Video Copilot, and Zaxwerks. Selain efek 3D, adaplug-in untuk membuat tampilan video seperti film atau kartun, simulasi kebakaran, asap, atauair, sistem partikel, gerak lambat; grafik animasi membuat, grafik, dan lain visualisasi data;menghitung gerakan 3D kamera dalam shot video 2D; meliuk menghilangkan, kebisingan, atautali-temali baris; jadwal menerjemahkan dari FCP atau Avid; menambahkan koreksi warna high-end dan perbaikan alur kerja dan efek visual lainnya Mengenal Adobe After Effect CS3 Publish: 30 Desember 2010 | Author & Copyright: Johan | Status: FREE tutorial Adobe After Effect adalah program pengolah video editing. Fungsi Adobe after Effect adalah digunakan untukmengolah dan menambahkan efek – efek khusus dalam pembuat video acara -acara seperti pernikahan, maupunpembuatan iklan di industri perTVan (broadcast).Cara memulai program After Effect CS3 – Pada waktu penulis menginstal program After Effect ini penulis sendiri pertama kali juga dibuat bingung, bagaimanamemulainya? apa yg harus saya lakukan dengan program ini? apakah saya bisa memakainya? dan beberapapertanyaan lainnya, akhirnya dengan sedikit kesabaran dan ketelatenan penulis mulai bisa menguasai sedikit danlangsung dibagikan kepada para pengunjung di ilmuGrafis :) “walaupun kecil yg penting berbagi, tul gak gan”berikut ini cara membuat lembar kerja baru di Adobe After Effect :disini penulis menggunakan After Effect CS31. Pada Windows Klik Start >> All Program >> Adobe After Effect CS3maka anda akan melihat tampilan seperti ini:

klik gambar untuk memperbesar tampilan Layout AE CS3 sebelum kita masuk ke langkah berikutnya, simak keterangan Layout AFTER EFFECT CS3 di atas + MENU UTAMA Tempat kumpulan menu – menu untuk mengakses fitur yang ada di AE CS3 terdiri dari File, Edit, Composite, Layer,Effect, Animation, dll + TOOL BAR Tempat alat – alat untuk mengEdit Video nantinya seperti Zoom, Teks, Shape, Clone, dll + LIBRARI dan EFEK VIEW Tempat file source dan juga tampilan efek yang akan dimunculkan di Video anda. Ini adalah tempat semua imporKomposisi, Video, Audio, Graphics dll + KUMPULAN PALLETE Ada beberapa seperti Time, Audio, Efek dll. Ini panel yang besar namun tidak sepenuhnya diperlukan untukpenggunaan dasar. Hal ini dapat ditutupi di Tutorial yang akan datang. + KOMPOSISI Menampilkan isi frame untuk komposisi yang dipilih + DETAIL EFEK dan LAYERS Seperti halnya program desain grafis lainnya, Palette ini digunakan untuk Navigasi anda dalam mengedit Video sertamemberikan sentuhan permainan LAYER MODE, BLEND MODE, maupun MASKING untuk menggabungkan 2 gambaratau lebih sehingga terlihat menjadi 1 tampilan Animasi + TIMELINE Timeline adalah fungsinya menampilkan durasi dan panjang video serta tampilan layer dan keyframe anda2. klik Composition >> New Composition

nah akan muncul seperti ini

Penjelasan Setting Composition di After Effect CS3 A. Berikan nama Komposisi Anda [sesuatu yang sedikit lebih deskriptif dari "Comp satu" misal nama project anda] B. Atur tahap yang diperlukan dimensi Anda jika Anda tahu spesifik Ukuran Video anda [ini bisa diubahnanti jika diperlukan] C. Set Pixel Rasio Aspek untuk Square Pixel karena ini akan menjadi Flash D. Mengatur frame rate AE untuk menyesuaikan frame rate yang ingin Anda gunakan dalam Flash E. Tetapkan durasi Anda diperlukan Komposisi [ini juga bisa diubah nanti jika diperlukan].Klik OK Adobe After Effects adalah produk piranti lunak yang dikembangkan oleh Adobe, digunakan untukfilm dan pos produksi pada video. pada awalnya merupakan sebuah software produkdari Macromedia yang sekarang sudah menjadi salah satu produk Adobe.Adobe After Effects adalah sebuah software yang sangat profesional untuk kebutuhan MotionGraphic Design. Dengan perpaduan dari bermacam – macam software Design yang telah ada, AdobeAfter Effects menjadi salah satu software Design yang handal. Standart Effectsyang mencapaisekitar 50 macam lebih, yang sangat bisa untuk mengubah dan menganimasikan obyek. Disamping itu,membuat animasi dengan Adobe After Effects, juga bisa dilakukan dengan hanya mengetikkanbeberapa kode script yang biasa disebut Expression untuk menghasil pergerakan yang lebih dinamis.Adobe After Effects memiliki fitur – fitur penting, misalnya Adobe After Effects memiliki alatuntuk membuat Shape ( seperti yang terdapat pada Adobe Photoshop ). Pada Adobe After Effectsterdapat Keyframe seperti yang terdapat pada Adobe Flash ( cara menganimasikannya juga hampirsama ). Terdapat juga Expression yang hampir mirip dengan Action Script pada Flash, dan masihbanyak lagi yang lain. Adobe After Effects64px Pengembang :Adobe SystemsVersi rilis terbaru :CS5.5.1 (10.5.1) / Juni 30, 2011Bahasa pemrograman:C++Sistem operasi:Mac OS X, Microsoft WindowsJenis :Motion graphics /Efek visual / AnimasiLisensi Propietary Situs webAdobe After Effects Website

Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_After_Effects

dipostkan oleh : RIZKY AFDHALIANTY

Adobe Ilustrator

Adobe Illustrator

Setelah Anda mengenal apa yang dimaksud dengan desain vector, dan sekelumit mengenai dasar-dasar desain grafis, maka hal selanjutnya yang musti Anda kuasai adalah kemampuan teknisnya. Yang dimaksud dengan kemampuan teknis di sini adalah kemampuan untuk menggunakan program desain grafis yang sesuai sehingga Anda bisa memvisualisasikan ide dan kreatifitas dalam sebuah karya.
Karena kita berbicara mengenai desain vector, maka program/software yang musti Anda kuasai adalah software desain vector, atau lazim disebut software ilustrasi. Penulis sengaja memilihkan satu software ilustrasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, yaitu Adobe Illustrator, di antara beragam software sejenis di pasaran.

Mengapa Adobe Illustrator?

Jika Anda bertanya mengapa penulis memilih Adobe Illustrator sebagai software ilustrasi yang musti dikuasai, hal itu tak lepas dari fakta-fakta mengenai program keluaran raksasa software Adobe.inc ini sendiri. Beberapa alasan tersebut adalah:
  • Adobe Illustrator sudah sejak lama dikenal luas sebagai software ilustrasi no 1 di dunia pilihan pada desainer dan praktisi desain profesional.
  • Adobe Illustrator mempunyai kemampuan, fitur dan fasilitas yang bisa diandalkan untuk mewujudkan pekerjaan kreatif Anda.
  • Adobe Illustrator sangat kompatibel dengan beragam software lainnya untuk berbagai kepentingan akhir, seperti kepentingan cetak, desktop publishing, web publishing dan lain-lain.
  • Adobe Illustrator bersifat user friendly, yaitu sangat memudahkan user dalam menggunakan dan mengakses beragam fitur yang ada, terutama dengan sistem pengelompokan fasilitas melalui fasilitas menu, toolbox, palette dan sebagainya.
  • Adobe Illustrator mampu menangani beragam desain dari yang sifatnya sederhana hingga amat kompleks, serta mampu mengekspor hasil akhir sebuah desain ke dalam berbagai format sesuai kebutuhan Anda dengan kualitas yang bisa diandalkan.
Khusus untuk pengerjaan buku ini, penulis menggunakan Adobe Illustrator CS (Creative Suite), atau sering disebut Adobe Illustrator 11. Memang saat ini telah tersedia rilis terbaru Illustrator, yaitu Adobe Illustrator CS2, namun karena pertimbangan kebutuhan sumber daya komputer yang terlalu besar, terutama untuk pengguna pemula, maka penulis pilihkan rilis sebelumnya.
Namun jangan khawatir, Anda bisa saja menggunakan rilis terbaru ini sekiranya memang dimungkinkan, karena tak begitu banyak perubahan dalam kedua rilis ini. Atau bahkan juga, jika Anda masih menggunakan Illustrator versi sebelumnya, Adobe Illustrator 10 ke bawah pun tak begitu jadi soal. Meski memang ada beberapa fasilitas yang hanya ada di versi CS dan CS2.
posted by Melba Tathtya JP

Adobe Flash CS3

tentang Adobe Flash

 
TENTANG FLASH CS3 PROFFESIONAL
Adobe Flash CS3 Professional, merupakan software yang dirancang untuk membuat animasi berbasis vektor dengan hasil yang mempunyai ukuran yang kecil. Awalnya software ini memang diarahkan untuk membuat animasi atau aplikasi berbasis internet (online). Tetapi pada perkembangannya banyak digunakan untuk membuat animasi atau aplikasi yang bukan berbasis internet (offline). Dengan Actionscript 3.0 yang dibawanya, Adobe Flash CS3 Professional dapat digunakan untuk
mengembangkan game atau bahan ajar seperti kuis atau simulasi.
Penggunaan Adobe Flash CS3 Professional untuk animasi atau pembuatan bahan ajar interaktiftidaklah sulit, tool-tool yang tersedia cukup mudah digunakan, beberapa template dan component juga sudah disediakan dan siap digunakan. Dengan anggapan software Adobe Flash CS3 Professional telah terinstal pada komputer yang Andagunakan, berikut ini langkah awal untuk mengenal penggunaan Adobe Flash CS3 Professional.
MENGENAL ADOBE FLASH CS3 PROFESIONAL
CARA MEMBUKA
Untuk membuka program Adobe Flash CS3 Professional, Anda dapat melakukan salah satu cara
berikut:
• Klik icon Adobe Flash CS3 Professional pada dekstop (Layar monitor)

• Klik Start Menu All Programs Adobe Master Collection CS3 Adobe Flash CS3 Professional. Beberapa saat akan muncul jendela dialog seperti berikut : 
Pilih : Create New – Flash File (ActionScript 2.0), untuk memulai membuat file baru.
Pilih : Open a Recent New – Open, untuk membuka file flash.

sumber : http://namiraputri.wordpress.com/2011/04/03/flash-cs3-professional/

Tutorial Corel Draw 12

TUTORIAL TENTANG COREL DRAW 12

 
CorelDraw 12 merupakan salah satu software desain grafis yang sangat terkenal. Berbagai fasilitas untuk mendesain tersedia di sini sehingga memudahkan para penggunanya untuk memanfaatkannya. CorelDraw 12 dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membuat brosur, membuat pamphlet, surat undangan, majalah, brosur dan cover buku yang menarik.

Supaya dapat membuahkan hasil yang menarik, diperlukan latihan-latihan. Sebagai bahan latihan, akan saya paparkan tips & triks menggunakan coreldraw. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua…

Membuka Corel Draw

Klik Start à All Programs à pilih CorelDRAW Graphics Suite 12 à Klik CorelDraw 12.

Cara lain: Klik shortcut di desktop yang bertuliskan CorelDraw 12.

Tampilan Corel Draw

o Menu utama terdiri dari menu-menu untuk mengoperasikan CorelDraw 12.

o Standar perintah-perintah pada menu utama

o Property bar berisi tombol-tombol perintah tambahan.

o Tool box berisi alat untuk mendesain gambar.

o Ruler sebagai garis pengukur objek

o Color Pallete berisi perintah untuk memilih warna objek.

o Pages sebagai petunjuk halaman yang aktif.

o Lembar kerja halaman tampilan untuk tempat mendesain objek.

Menyimpan Desain File
Klik menu File Save tulis pada filename nama filenya à tekan Save.

Menutup File
Klik menu File à klik Close.

Menutup Program CorelDraw 12
Klik menu File à klik Exit.

Mengatur Ukuran/ Jenis Kertas
Klik menu File à New à klik kotak Paper Type/Size pada property bar pilih jenis kertas yang anda inginkan. Misalkan letter, legal, tabloid dsb.

Mengatur unit satuan
Klik Drawing Unit pada property bar untuk memilih unit satuan yang anda inginkan. Misalkan: inches, millimeters, dsb.

Menampilkan dan mengatur Grid
Klik menu View à Grid à garis grid akan ditampilkan.
Jika anda ingin mengubah garis grid menjadi titik-titik, klik menu View à Grid and Ruler Setup à muncul kotak dialog, pilih Show grid as dots untuk mengubah garis menjadi titik-titik.

Menambah halaman dalam satu file
Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 1 à Klik kanan, pilih Insert Page After.

Menghapus halaman dalam satu file
Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 2 à Klik kanan, pilih Delete Page Before.

Mengubah nama halaman dalam satu file
Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 1 à Klik kanan, pilih Rename.

Membuat objek segi empat
Klik Rectangle Tool pada Tool Box atau tekan F6 à pointer akan berubah menjadi tanda (+) à drag dan drop mouse pada lembar kerja à akan terbentuk persegi panjang.

Jika anda ingin membuat persegi/ bujur sangkar, Langkah sama seperti membuat persegi panjang. Hanya saja pada saat drag tombol kiri mouse sambil tekan Ctrl pada keyboard.

Jika ingin sudut dari segi empat di atas berbentuk melengkung (tidak siku) maka caranya adalah: tekan Pick Tool pada Tool Box à pilih objek segi empat tersebut à Klik Shape Tool (atau tekan F10) à Arahkan pointer pada sudut segi empat lalu drag (geser sedikit) dengan menekan tombol kiri mouse.

Membuat objek lingkaran
Klik Ellipse Tool pada Tool Box atau tekan F7 à pointer akan berubah menjadi tanda (+) à drag dan drop mouse pada lembar kerja à akan terbentuk lingkaran.

Jika anda ingin mengubah lingkaran menjadi variasi yang berbeda, Langkahnya drag lingkaran tersebut à klik Shape Tools pada Tool Box. Jika ingin bentuk pie, drag-lah lingkaran dari dalam. Jika ingin bentuk arc, drag-lah lingkaran dari luar.

Membuat objek polygon
Klik Polygon Tool atau tekan Y à arahkan pointer yang berbentuk (+) ke lembar kerja à tekan tombol kiri mouse geser secara diagonal sambil tekan tombol Ctrl pada keyboard à terbentuklah polygon segi lima.

Untuk menambah atau mengurangi segi tersebut, gunakan fasilitas Number of Point on Polygon à klik segi yang dikehendaki (missal 3) à akan terbentuk segitiga.

Untuk mengubah polygon menjadi bentuk bintang, lakukan langkah berikut. Drag segi lima à tekan shape Tool à arahkan pointer ke objek tersebut di antara dua segi yang berpotongan à tarik kedalam à terbentuk segi lima menjadi bintang.

Membuat objek spiral
Klik ke Polygon Tool à pilih Spiral Tool atau tekan A à pada lembar kerja klik dan geser tombol kiri mouse sambil tekan tombol Ctrl pada keyboard à terbentuklah spiral.

Membuat objek table
Klik polygon Tool à klik Grap Paper Tool atau tekan D à tekan dan geser tombol kiri mouse pada kanvas à terbentuklah table

Menggunakan Freehand Tool
Klik Freehand Tool pada Toolbox à pada kanvas klik tombol kiri mouse à drag kearah yang diinginkan à jika sudah sesuai keinginan, tekan tombol Esc pada keyboard untuk mengakhiri.

Apabila ingin melengkungkan garis, klik Shape Tool à tempatkan pointer pada garis yang ingin dilengkungkan à klik kanan mouse à klik pilihan To Curve.

Menggunakan Bezier Tool
Klik Bazier Tool pada Toolbox à pada kanvas klik satu kali pointer bertanda (+) à pindah ke posisi lain à klik lagi di posisi tersebut à lanjutkan hingga sesuai dengan objek yang diinginkan.

Bila ingin melengkungkan garis dari objek di atas, klik Shape Tool à tempatkan pointer pada garis yang ingin dilengkungkan à klik kanan mouse à klik pilihan To Curve

Menggunakan Dimension Tool
Buatlah sebuah objek, misalkan persegi panjang berukuran 8×8,5 cm à didalamnya buatlah lingkarang berdiameter 8,5 cm à pada Toolbox, klik Dimension Tool à pada Property Bar pilih Horisontal Tool (untuk menjelaskan garis mendatar) dan pilih Vertical Tool (untuk menjelaskan garis vertical) à pada Dimension Style pilih decimal dengan satuan 0 pada Dimension Precission à pada Dimension Unit pilih cm à aktifkan Show units for Dimension à klik tombol Text Position Drop Down à klik pilihan, teks dimensi di bagian tengah garis à Posisikan pointer pada garis yang akan diberi dimensi / keterangan.

Menggunakan 3 Point Curve Tool
Klik 3 Point Curve Tool pada Toolbox à pada kanvas, klik point 1 à drag dan lepaskan pada point 2 àklik di point 3 à terakhir satukan point 2 dengan point 1 dengan pointer.

Menggunakan Smart Drawing Tool
Klik Smart Drawing Tool pada Toolbox à pada Property Bar pada Shape Recognition Level, pilih Medium dan pada Smart Smooting Level, pilih Highest. à pada kanvas, klik point 1, point 2, point3 dan point 4 à Secara otomatis akan terbentuk objek yang simetris.

 

Teknik Dasar Cara Memotret Dengan Menggunakan Kamera DSLR

 

 
Kamera DSLR kini semakin trend dikalangan masyarakat, berbagai produsen kini meluncurkan kamera DSLR terbaru, selain dilengkapi dengan berbagai fitur, kamera DSLR menghasilkan kualitas gambar sesuai dengan yang kita inginkan jika kita mengetahui cara menggunakannya.
 
diposkan oleh : RIZKY AFDHALIANTY
Menggunakan kamera DSLR tidaklah mudah dalam membuat hasil gambar yang berkualitas, ada trik-trik dan petunjuk yang harus kita ikuti untuk menghasilkan kualitas potret yang lebih baik, terkecuali Anda telah memiliki pengalaman sebelumnya tentang kamera tersebut. Dan kali ini kita akan membahas sekilas teknik dasar menggunakan kamera DSLR. Karena untuk tingkat teknik dasar tergolong mudah untuk dipelajari terlebih bagi kita yang baru pertama menggunakan kamera DSLR.
 
 
Pertama sekali yang harus diperhatikan adalah pastikan kamera sudah dalam keadaan siap untuk digunakan, cek baterai, cek memory, dll. Setelah anda rasa kamera siap digunakan, selanjutnya kita coba mensetting kamera terlebih dahulu, setting kamera ke mode AV ( aperture Value) yaitu hanya merubah besarnya bukaan diagfragma sehingga Shutter Speed sudah otomatis di set oleh kamera tersebut.
 
Lalu, Bukaan terbaik / ketajaman terbaik ada di bukaan F/8.0 jika DOF (depth of field) lebih panjang bisa memakai bukaan F/14 (tidak disarankan jika memakai F/16 keatas, memang semua terlihat focus tetapi ketajaman sudah berkurang sehingga hasil kurang maksimal). Selanjutnya kita pastikan memakai ISO 100 ( semakin rendah semakin baik) jika cahaya kurang dan shutter speednya kurang (shutter speed lebih baik diatas 1/60 agar tidak shake) bisa dinaikan ISO nya. Lalu yang terakhir lebih baik gunakan lensa wide seperti 18-55mm dan 17-85mm.
 
 
Setelah melakukan settingan, pastikan tempat dimana yang baik untuk memotret, dan dalam penentuan tempat pemotretan harus di pastikan baik-baik juga karena akan berpengaruh pada hasil foto yang akan diambil. Untuk arah cahaya matahari, lebih baik memotret jangan mengarah berlawanan, akan lebih baik membelakangi matahari (karena kita membutuhkan cahaya matahari untuk pencahayaan).
 
Memotret lebih baik pada pagi dan sore hari, karena kalau siang hari, cahaya matahari terlalu tajam (biasanya langit putih dan tidak menarik). Pilih background yang baik dan indah (pilih sesuka hati). Dan carilah angle terbaik, bisa dikatakan ada low angle, mid angle, high angle. Ketiga angle tersebut memberikan perbedaan pada hasil gambar yang sangat berarti.
 
Bila ingin memotret wajah, perhatikan latar belakang, hindari latar belakang yang berwarna – warni atau gambar yang semrawut, yang menyebabkan kurang jelas (bisa jadi justru latar belakang yang menjadi menonjol). Jadi, berusahalah untuk menghidarinya. Jika anda sudah mencoba dengan teknik dasar, dan cobalah bereksperimen dengan teknik dasar lainnya.
 
 
Menggunakan Kamera DSLR dengan teknik Panning, yang merupakan dengn menggerakan kamera kearah gerakan objek (panning) bertepatan dengan melepas tombol. Hasil gambarnya latar belakang kabur, akan tetapi gambar subjek sangat jelas. Seberapa jelas atau kaburnya subjek tergantung pada kecepatan atau lambatnya gerakan panning. Jika gerakannya bersama – sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang dihasilkan jelas. Sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat dari gerakan subjek, maka hasil akan blur (kabur).
 
 
Menggunakan kamera SDLR dengan teknik slowspeed adalah jika benda yang bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah, maka hasilnya gambar akan tampak kabur, seakan – akan disapu, namun latar belakang jelas. Efek ini terkadang bagus dan menimbulkan sense of motion dari benda yang dipotret.
 
 
Menggunakan kamera DSLR dengan menggunakan teknik freeze yaitu speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. Semakin cepat pergeraan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang harus kita gunakan. Dengan beberapa teknik dasar menggunakan kamera DSLR ini, semoga dapat membantu anda dalam bereksperimen untuk menghasilkan kualitas gambar sesuai dengan yang diinginkan, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

cara menggunakan photoshop untuk pemula

Menggunakan Fungsi pada Bar Aplikasi

Menu File

New: Memulai lembar kerja baru.
Open: Membuka dokumen PSD ataupun file Image.
Save: Menyimpan dokumen dengan format sebelumnya.
Save As: Menyimpan dokumen dengan format baru.
Save For Web & Devices: Menyimpan serta mengecilkan ukuran image sehingga menjadi terkompres.

Menu Edit

Transform: Mengelola/merubah bentuk layer (rotate, flip, Scale, Distort, Skew, Perspective, Warp).

Menu Image

Adjustments: Mengelola/mengedit dan menyesuaikan level, color, brightness, contrast.
Image Size: Mengelola besar image/foto dalam satuan, misal pixel.
Canvas Size: Mengelola ukuran kanvas/lembar kerja.

Menu Filter

Efek: Blur, Noise, Pixelate, Render, Sharpen.
Filter Gallery: Artistic, Brush Strokes, Distort, Sketch, Stylize, Texture.
Addons & Plugins

Menggunakan Panel Dock

Terletak disebelah kanan dari Workspace, melalui panel inilah sobat mengelola dan mengedit foto. Secara default, tiga panel akan muncul yakni Layers, Adjustments dan Styles.

Bekerja dengan Layer

Layers, merupakan konsep dasar yang harus dipahami ketika menggunakan Photoshop. Setiap kali sobat menambahkan sesuatu ke dalam lembar kerja (text, icon, shape, dll), Photoshop akan menjadikannya sebagai lapisan. Setiap lapisan merupakan bagian kecil sebelum menjadi satu gambar. Contohnya dapat disimak dibawah ini (perhatikan gambar).

Terdapat 5 layer pada gambar diatas yakni layer background, layer shape 1 (kotak warna hitam), layer shape 2 (bintang warna merah), layer text “Cara Menggunakan Photoshop” dan layer text http://tipsohtrik.blogspot.com”

Menggunakan Alat-Alat (Tools)

Selection Tool

Move Tool: Shortcut (V), gunakan ini untuk memindahkan/menggeser posisi layer dalam satu lembar kerja maupun ke lembar kerja lain.

Rectangular Marquee Tool: Shortcut (M), gunakan ini untuk seleksi objek yang berbentuk kotak. Klik kanan pada icon ini untuk melihat sub tool-nya

Eliptical Marquee Tool: Shortcut (M), gunakan ini untuk seleksi objek yang berbentuk lingkaran seperti lingkaran mata, ban mobil, dll.

Lasso Tool: Shortcut (L), gunakan ini dengan cara klik dan tarik untuk membuat area yang akan diseleksi. Hasil seleksi terbentuk sesuai dengan gerakan mouse yang dibuat.

Polygonal Lasso Tool: Shortcut (L), hampir sama dengan Lasso Tool namun hasil seleksi terbentuk dari titik-titik klik point yang dibuat.

Magnetic Lasso Tool: Shortcut (L), digunakan untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas, cara kerja alat ini adalah menempel pada tepi objek yang akan dipotong ketika mouse bergerak mengelilingi tepian objek, selama proses seleksi alat ini membentuk titik-titik penghubung seleksi.

Magic Wand Tool: Shortcut (W), gunakan ini untuk menseleksi area yang berwarna sama. Misal, jika kita klik pada area yang berwarna merah maka area yang tersambung dengan warna yang sama akan terseleksi.

Crop & Slice Tool

Crop Tool: Shortcut (C), gunakan ini untuk memotong. Pemotongan akan mengubah bentuk dimensi lebar dan tinggi lembar kerja ataupun foto/gambar.

Slice Tool: Shortcut (C), gunakan ini untuk memotong bagian foto/gambar menjadi bagian-bagian frame yang lebih kecil.

Slice Select Tool: Shortcut (C), gunakan ini untuk memilih potongan pada sebuah desain yang telah dipotong sebelumnya dengan menggunakan slice tool.

Annotation, Measuring & Navigation Tool

Eyedropper Tool: Shortcut (I), gunakan ini untuk mengambil sample warna dari foto/gambar yang nantinya foreground color pada toolbox akan berubah sesuai dengan sample warna yang diambil.

Ruler Tool: Shortcut (I), gunakan ini untuk mengukur dimensi lebar (x) tinggi. tool ini biasanya digunakan untuk mengukur lebar (x) tinggi pada desain web seperti tabel, header, content, sidebar, footer dll.

Note tool: Shortcut (I), gunakan ini untuk memberi catatan/pesan sebagai pengingat pada hasil desain yang telah di buat.

Hand Tool: Shortcut (H), gunakan ini untuk menggeser dengan cara drag & drop bidang foto/gambar jika kondisi gambar sedang di perbesar.

Zoom Tool: Shortcut (Z), gunakan ini untuk memperbesar/memperkecil jarak pandang foto/gambar.

Retouching Tool

Spot Healing Brush: Shortcut (J), gunakan ini untuk menghapus noda, bintik-bintik pada foto/gambar. Alat ini sering digunakan untuk menghilangkan jerawat serta menghaluskan wajah.

Patch Tool: Shortcut (J), gunakan ini untuk memperbaiki foto yang memanfaatkan pola yang terdapat pada foto dengan cara menyeleksi kerusakan area dan menarik seleksi tersebut diatas pola target untuk menutupi area kerusakan.

Red Eye Tool: Shortcut (J), gunakan ini untuk menghilangkan warna merah pada mata yang disebabkan oleh pantulan lampu flash kamera ketika jepretan foto dalam keadaan gelap/malam..

Clone Stamp Tool: Shortcut (S), gunakan ini untuk mengambil sample tekstur dengan menekan alt+klik dari sebuah area foto/gambar yang kemudian dijiplak untuk dilukiskan pada bagian foto lain. Tool ini sering digunakan untuk menghilangkan objek yang dianggap tidak penting pada foto.

Pattern Stamp Tool: Shortcut (S), gunakan ini untuk melukis foto dengan menggunakan texture dari pattern yang ada di Photoshop.

Eraser Tool: Shortcut (E), gunakan ini untuk menghapus bagian foto/gambar dalam satu layer.

Background Eraser Tool: Shortcut (E), sama seperti Eraser Tool namun area yang terhapus menjadi transparan.

Magic Eraser Tool: Shortcut (E), gunakan ini untuk menghapus area yang memiliki karakter warna serupa pada foto/gambar.

Blur Tool: gunakan ini untuk menyamarkan area tertentu pada foto/gambar. Teknik blur ini juga bisa digunakan untuk menghaluskan wajah.

Sharpen Tool: gunakan ini untuk menajamkan area tertentu pada foto/gambar.

Smudge Tool: gunakan ini untuk menggosok/mencoreng area tertentu seakan foto berkesan seperti diberi sapuan jari telunjuk diatas sebuah lukisan.

Dodge Tool: Shortcut (O), gunakan ini untuk memberi efek highlights pada area foto sehingga area tersebut tampak lebih cerah.

Burn Tool: Shortcut (O), kebalikan dari Dodge, tool ini digunakan untuk menggelapkan warna foto dengan memberikan efek shadow.

Sponge Tool: Shortcut (O), gunakan ini untuk mengubah tingkat saturation pada area tertentu.

Painting Tool

Brush Tool: Shortcut (B), gunakan ini untuk melukis dengan goresan kuas.

History Brush Tool: Shortcut (Y), gunakan ini untuk melukis dengan menggunakan snapshot.

Art History Brush Tool: Shortcut (Y), sama dengan History Brush Tool namun dengan model artistik tertentu.

Pencil Tool: Shortcut (B), gunakan ini untuk melukis dengan efek goresan pensil.

Gradient Tool: Shortcut (G), gunakan ini untuk mengecat daerah dengan perpaduan dua warna gradient atau lebih.

Paint Bucket Tool: Shortcut (G), gunakan ini untuk mewarnai layer.

Drawing Tool

Path Selection Tool: Shortcut (A), gunakan ini untuk menyeleksi bagian yang dibuat dengan menggunakan Pen Tool.

Horizontal Type Tool: Shortcut (T), gunakan ini untuk membuat teks horizontal. Klik kanan untuk memilih sub tool, Vertical Type Tool untuk membuat teks vertical dan Type Mask Tool untuk membuat teks dalam bentuk seleksi.

Pen Tool: Shortcut (P), gunakan ini untuk menggambar. Tool ini juga bisa digunakan untuk menyeleksi objek. Klik kanan untuk memilih sub tool.

Menggunakan Shortcut

  • Ctrl+C (copy)
  • Ctrl+V (paste)
  • Ctrl+D (menghilangkan garis seleksi)
  • Ctrl+Z (Undo)
  • Ctrl+Shift+N (New Layer)
  • Ctrl+Shift+C (Copy Merged)
  • Ctrl+Alt+Shift+K (menampilkan daftar shortcut)

 

sumber : http://tipsohtrik.blogspot.com/2013/01/cara-menggunakan-photoshop-untuk-pemula.html

diposkan oleh : RIZKY AFDHALIANTY